21 Juni 2020
Memang menyenangkan,
memiliki produk yang satu ini kita dapat melihat berapa banyak make up yag
diangkat dengan menggunakan kapas, namun hal inilah yang membuat ku tidak
senang menggunakan Micellar water.
Apa itu Micellar Water?
Micellar water adalah pembersih wajah cair yang berbahan dasar air (hellosehat.com). Produk ini menggunakan surfaktan
untuk mengangkat kotoran , makeup dan sunscrenn yang kita gunakan seharian. Jadi
surfaktan adalah sifat beberapa senyawa yang mengikat air di salah satu ujungnya
dan minyak di ujung yang lain.
Makeup yang kita
gunakan pada dasarnya dilarutkan pada minyak, maka dari itu, banyak makeup yang
waterproof dan tidak hilang hanya pada saat kita cuci muka saat wudhu, ataupun
kehujanan.
Cara kerja Micellar Water
seperti yang kita
ketahui sebelumnya bahan andalan micellar water adalah surfaktan yang salah
salah satu ujungnya mengikat pada air dan ujung yan lainya mengikat pada
minyak, hal inilah yang merupakan ‘trademark’ micellar water dan mengapa kita selalu menggunakan
kapas saat menggunakan micellar water
Terlihat
menyenangkan bukan Ya begitulah metode pemasaran ‘sains’ yang mereka gunakan, namun taukah kamu jika
surfaktan juga terkandung di dalam semua produk kebersihan termasuk sabun
mandi, facial wash, sampo, deterjen, sabun cuci piring, pembersih lantai dan berbagai
produk kebersihan lainnya. Jadi surfaktan bukanlah zat ajaib yang istimewa. Perbedaan
surfaktan dari produk tersebut dan micellar water adalah, kamu tidak perlu membasahi dulu mukamu untuk mengaktifkan
surfaktan ini, karena micellar water mengandung air yang banyak melainkan
menggunakan kapas untuk membersihkan wajah anda.
Jika tidak percaya coba saja kamu basahi wajah kamu
dan cuci muka dengan sabun cuci muka tanpa busa, basahi kapas (jangan terlalu
basah hanya lembab) dan lap wajah kamu sama seperti metode yang kamu gunakan
saat menggunakan micellar water, lihatlah kamu mengangkat kotoran itu sama
dengan kamu menggunakan micellar water.
Perhitungan
Jika harga mincellar
water adalah Rp 48.000,- perbotol dan harga kapas adalah Rp. 12.000,- per kemasan maka kamu sama saja membeli ¼ harga
micellar water tersebut, namun
jujur saja kamu tak akan pernah bisa hanya menggunakan 1 ply kapas dalam
menggunakan micelar water, kamu juga akan menuangkan banyak produk ke kapas
agar dapat melihat kotoran yang diangkat produk, jadi dalam 1 kali botol kamu
bisa membeli 1 sampai 3 kemasan kapas yang harganya jadi sama dengan 1 ¾ kali
micellar water yang hampir 2x lipatnya, dan kamu harus double cleansing setiap
harinya maka kamu setidaknya akan menghabiskan produk mincelar water ini dalam
waktu satu sampai dua bulan.
Teknik pembersihan.
Well siapasih yang memakai micellar water Cuma di tap tap doing, aku jamin pasti kamu
mengeser kapas itu agar mendapatkan hasil yang banyak di kapas kamu. Teknik pembersihan
dengan cara ini bermasalah, meski selembut apapun kapas yang kamu gunakan
teknik seperti ini dapat meningkatkan potensi iritasi pada kulit wajah
Masalah
lingkungan
Ya saya gak akan pernah diam dalam hal ini, jadi
selain micellar water saya juga bermasalah dengan sheetmask dan banyak langkah skincare. Seperti yang aku bilang di
atas bahwa penggunaan micellar water sangatlah boros, baik penghabisannya
mauppun penggunaan kapasnya, maka dari itu makin banyak penggunaannya makin
banyak sampah yang kamu produksi. Setiap hari kamu memproduksi sampah kapas,
yang dapat hancur dan di daur ulang, namun kamu tidak melakukannya namun membuangnya begitu saja di tong sampah
yang terccampur bahan organik dan anorganik. Yang akhirnya terpendam di
tumpukan sampah selama bertahun tahun yang pada akhirnya tidak terkomposisasi
sama sekali.
Kedua adalah sampah plastic dari kemasan micellar
water tersebut, ya sampah plastic kemasan memang dapat di daur ulang, namun
taukah kamu kemasan plastik hanya bisa didaurulang paling banyak tiga kali, dan
setelah itu, kalian tau kemana sampah plastik itu pergi? Lautan tanah yang tak
di huni manusia, dengan begitu kita melukai bumi kita, melukai makhluk lain
yang harusnya hidup dengan damai dan bersih.
Produk pengganti.
gambar diatas hanya estetik kamu tidak perlu mengunakan spons dalam pengunaan cleansing oil
Taukah kamu ada produk yang lebih baik dari surfaktan
untuk mengangkat minyak? Yaitu minyak itu sendiri, ya kamu bisa pakai cleansing
oil untuk menggantikannya, namun kamu berdalih jika muka kamu berminyak, dan
kamu tak akan betah mengenakannya. Cleansing oil ini di formulasikan untuk
mudah larut dalam air dan surfaktan dalam kasus ini sabun pencuci muka. Jadi cleansing
oil tidak akan menyumbat pori kamu dan tidak aka nada rasa berminyak setelah
kamu membersihkan wajah kamu dengan facial
wash. Selain itu, cleansing oil juga di gunakan hanya menggunakan tanggan
dan memijat wajah kamu dengan lembut sehingga kamu tidak perlu membeli kapas
dan mengurangi pembelian kapas.
Bagaimana dengan cleansing balm?
Sama dengan cleansing oil, cleansing balm juga tidak
perlu kapas untuk menggunakannya dan hampir sama metode penggunaannya dengan
cleansing oil, namun cleansing balm mengandung bahan yang bernama Poly-ethane
yang di mana merupakan plastik, sebenarnya bahan ini tak ada pengaruhnya dengan
wajah kita hanya saja berdampak pada lingkungan, dan meracuni lautan kita saat
kita membilasnya.
Kapan boleh
mengenakan micelar water?
Singkatnya adalah saat kamu mengenakan makeup yang
benar benar tebal, biasanya saat kamu melangsungkan pernikahan, hadir dalam
acara pesta, wisuda, acara perpisahan, dan acara festival.
Masalah Cleansing Balm, pemasaran, skincare dan
lingkungan akan saya bahas di postingan selanjutnya
XOXO Ann



Komentar
Posting Komentar